Sebuah cerita anak dengan mulut sedikit maju (ndower)

RGA - Pindah Sekolah ke Pekanbaru

RGA - Pindah Sekolah ke Pekanbaru

Udah 2 tahun ini gua tinggal bersama nenek gua di Bengkulu ( ups tepatnya di pedalaman bengkulu),   yaitu disebuah desa yang sampai sekarang masih sangat asri dan sangat sejuk, dan gua dapat pastikan jika lo semua disana lo semua bakal jarang mandi ( kayak gue).
Gua shock ketika baru pertama pindah dari bengkulu ke pekanbaru, karena harus menyesuaikan diri dengan suhu yang sangat terbilang panas.
Sekarang ini gua tinggal bersama mami gua tercinta setelah 2 tahun gua ga tinggal barenag ama mami, sekarang gua bisa deket lagi ama mami gua ( seneng banget rasarnya) walaupun seneng tapi ada yang kurang, yaitu sosok seorang ayah yang dulu suka ngajak gua kalo lagi ngajar.
Singkat cerita, ayah gue dulunya cerai ama emak gue karena ada permasalahan internal dan eksternal dari salah satu pihak,
Sekolah pertama gua dipekanbaru adalah SND 027 Kualu yang berada di pedalaman pekanbaru atau yang lebih dikenal dengan istilah PEKANBARU CORET.
Sekolah gue dulu bisa dibilang menggenaskan, karena hanyalah sebuah mantan / bekas kios kios pasar yang udah ga kepake lagi karena dipasar tersebut dulunya ada pencuri yang dipotog lehernya karena aksinya kepergok oleh penjual. Orang orang disana bisa dibilang sangat anarkis, seseorang yang tertangkap sedang atau sudah melakukan pelanggaran hukum, maka rakyat disini akan menghukumnya dengan hukuman yang jarang ditemui dikantor polisi, berikut hukumannya:
-          Pukul bertubi-tubi / rame rame
-          Penggal kepala
-          Arak telanjang keliling kampung
-          Atau yang paling serem adalah dibakar hidup-hidup.
Oke back to the class. Hari pertama gua disekolah itu adalah awal yang sangat suram. Jam 7 pagi gua membawa badan gua yang kecil ini menyisiri kios-kios eh maksuudrnya kelas-kelas yang terbuat dari mantan kios kios pasar. Dan yang lebih parahnya ketika gua sampai didepan intu kelas 6 gua dibilang gini : “ dek kelas 1 diujung dek” mereka kira gua masih kelas 1.. sungguh terlalu.
Sekolah disana cukup mengasikkan dengan ruang kelas yang pada saat pembelajarannya berasa belajar di kios-kios pasar yang kumuh, terdiri dari 1 meja guru dan meja murid yang sangat panjang sehingga 1 meja itu di isi oleh 2 orang, dan yang lebih menyedihkan dari itu semya, kursinya ketinggian, dan butuh waktu yang cukup lama untuk menaikinya,

Nah hari ini cukup sekian, tunggu cerita selanjutnya ya



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Budak keren, Published at 9:13 AM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment